28 Desember 2019

INTERNASIONAL I IAIA- Empat dosen asal Aceh melakukan penelitian kolaborasi internasional di Kuala Lumpur Malaysia dalam bidang kajian pendidikan, ekonomi dan dakwah.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Dr. P. Alt. Tgk. Aminullah, MA yang merupakan salah seorang dosen IAI Al-Aziziyah Samalanga.

"Alhamdulillah, Kami berempat termasuk saya asal Aceh yang terdiri dari Dr. Diky Wiranto, MA(Ketua STISIP Al-Washliyah Aceh), Ustaz Dr. Safrizal, MA (Dosen IAIN Lhokesumawe), dan Ustaz Saiful Hadi, ST. (Laboran Arsitektur UIN Ar-Raniry) melakukan penelitian kolaborasi internasional di Malaysia," katanya kepada media ini, Sabtu, (28/12/2019)

Pakar Alamtologi ini menambahkam Lokasinya bertempat di Kolej Islam As-Sofa, Sekolah Tinggi Islam As-Sofa, Universitas Teknologi Malaysia di Semarak Kuala Lumpur, dan beberapa pusat kajian dan pengembangan Islam di Kuala Lumpur Malaysia.

Penelitian dilakukan untuk melihat model perkembangan dan system pendidikan yang dikembangkan oleh beberapa pusat kajian Islam atau perguruan tinggi di kuala lumpur Malaysia

"Sistem pendidikan yang dikembangkannya sebagaimana di yayasan As-Sofa, dengan cara menggunakan metode pembentukan, pertahanan dan pengembangan.
Metode pembentukan adalah pembinaan melalui pendidikan. Metode pertahanan adalah penguatan dalam pengembangan ekonomi. Sedangkan metode pengembangan adalah penyebaran nilai-nilai islam untuk menjadi manfaat kepada semuanya," ulas doktor perdana asal IAIA Samalanga itu.

Sementara itu menurut Dato' Syeikh Fuad bin Kamaludin (Pimpinan Yayasan As-Sofa) menjelaskan bahwa pengembangan dakwah pada abad ini harus dibarengi dengan kekuatan ilmu dan ekonomi.

"Berdakwah bukan mengharapkan imbalan sedekah dari mad'uwnya, akan tetapi berdakwah adalah membimbing mad'uw untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai islam dan kemandirian dalam menjalani hidupnya," lanjutnya.

Selain itu Dato' Syeikh juga menjelaskan nilai islam wajib selalu berpagang pada aqidah Aswaja (Ahlussunnah Waljama'ah) dan amalan bermazhab Syafi'iy.

Penelitian ini menemukan bahwa pengembangan dakwah harus dibarengi dengan nilai kemampuan pada ilmu dan kemampuan pada ekonomi. Maka nilai ekonomi bagi pendakwah sebaiknya sangat diperlukan, supaya pendakwah tidak mengharapkan bantuan dari mad'uwnya, namun pendakwah menjadi pemberi bantuan kepada mad'uwnya.

"Penguatan ekonomi di lembaga pendidikan zaman ini sudah memjadi kawajiban, hal ini pendidikan itu harus terkontrol secara total oleh pengelolanya, supaya tidak ada intervensi dari manapun, baik pihak pemberi bantuan kepada kita ataupun unsur lainnya. Supaya marwah pendidikan islam jangan didekte oleh pelaku politik busuk saat ini," tegas Dato' Syeikh Fuad.


Webmail

webmail

Kontak

Logo.png

IAI AL - Aziziyah
Jl. Mesjid Raya Km. 1,5 Mideun Jok Kec. Samalanga Bireuen Provinsi Aceh

Telp. (0644) 531755
Fax. (0644) 531755